Uang Kuliah Tunggal

Saat ini, dengan diberlakukannya Uang Kuliah Tunggal (UKT), Perguruan Tinggi Keagamaaan Islam Negeri (PTKIN) tidak boleh memungut uang pangkal dan pungutan lain selain UKT. Kebijakan ini berlaku, khususnya untuk mahasiswa baru program Sarjana (S-1) dan program diploma (D-3). UKT ditetapkan berdasarkan biaya kuliah tunggal (BKT) dikurangi biaya yang ditanggung oleh pemerintah. Adapun BKT merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di PTN.
Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, besaran UKT terbagi 5(Lima) Kelompok, yakni: Kelompok 4 (K-4), Kelompok 3 (K-3),Kelompok 2 (K-2),Kelompok 1 (K-1). Yang mana antara K-5 sampai dengan K-1 nilai UKT nya berbeda. Untuk UKT Tertinggi pada K-5 dan paling terendah K-1.
Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlakukan di IAIN Bengkulu dan Perguruan  Tinggi  Negeri Lainnya di Indonesia  adalah kebijakan yang ditujukan untuk lebih membantu dan meringankan biaya pendidikan mahasiswa. Penetapan uang kuliah tunggal memberikan kemudahan untuk memprediksi pengeluaran biaya kuliah mahasiswa tiap semester dan dipastikan tidak ada biaya tambahan lain-lain lagi
IAIN Bengkulu dalam menetapkan biaya UKT didasarkan pada kebutuhan komponen biaya yang diperlukan selama mahasiswa belajar dalam 8 Semester. besar kecilnya biaya yang dikeluarkan juga mengikuti besar kecilnya kebutuhan seperti biaya praktikum di masing-masing program studi.
Prinsip subsidi silang UKT adalah pada jenjang UKT yang didasarkan atas kondisi sosial ekonomi orang tua/wali mahasiswa. Sedangkan pada sistem lama, subsidi silang didasarkan pada jalur masuk. Padahal pada jalur SPAN-PTKIN tidak semua mahasiswa adalah tidak mampu. Demikian juga pada jalur UM-PTKIN dan UM- MANDIRI, tidak semua mahasiswa adalah dari kalangan ekonomi kuat.